Selasa, 17 April 2012

Perempuan Diciptakan dari Tulang Rusuk

Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir
Ustaz, apakah benar seorang perempuan diciptakan dari tulang rusuk manusia?

Sholeh Sholahuddin, Serang, Banten

Jawaban :
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan, bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan ( peliharalah ) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ( QS al-Nisa [4]: 1 ).

Ayat di atas adalah dasar atau dalil dari permasalahan yang Anda tanyakan. Dalam hal ini, ada perbedaan pendapat para ulama dalam menetapkan asal ­muasal penciptaan perempuan ( Hawa ). Jumhur ulama menafsirkan perkataan wa khalaqa minha zaujaha dalam ayat di atas dengan menyatakan bahwa Hawa diciptakan dari Adam.

Hadis-hadis Nabi Muhammad SAW menyebutkan, Hawa itu diciptakan dari tulang rusuk Adam. Berikut ini salah satu hadis sahih yang dijadikan sebagai sandaran dari argumentasi jumhur ulama. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah bersabda, “Saling berwasiatlah kalian untuk berbuat baik kepada perempuan. Karena sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan yang paling bengkok dari tulang rusuk itu adalah bagian paling atasnya. Jika kamu berusaha meluruskannya, kamu akan membuatnya patah. Dan jika dibiarkan, ia akan terus bengkok. Karena itu, saling berwasiatlah kalian untuk berbuat baik kepada perempuan.“ ( HR Bukhari ).

Tetapi, ada pedapat berbeda dari sebagian ulama, seperti Abu Muslim al-Isfahani dan diikuti oleh Syekh Rasyid Ridha dalam tafsir al-Manar-nya dan juga dipilih Syekh Yusuf al-Qaradhawi.
Mereka mengatakan, yang dimaksudkan dalam ayat itu adalah Hawa diciptakan dari jenis yang sama dengan penciptaan Adam. Makna hadis di atas adalah kiasan bahwa perempuan itu seperti tulang rusuk yang bengkok. Dalam konteks ini, Nabi memerintahkan kaum laki-laki memperlakukan istri dengan lemah lembut dan tidak tergesa-gesa dalam memperbaikinya jika menemukan sesuatu yang tidak disukai.
Perempuan diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, bukan berarti bersifat jelek dan itu bukan kekurangan bagi seorang perempuan. Ini hanya masalah fungsi saja, di mana laki-laki dan perempuan memiliki fungsi berbeda sesuai dengan kehendak penciptaan Allah. Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Rabu,11 April 2012/19 Jumadil Awal 1433 H

Senin, 16 April 2012

Polres palu kawal distribusi soal UN

PALU (BK): Proses distribusi lembar soal dan jawaban Ujian Nasional (UN) untuk Rayon I Palu, Minggu (15/4/2012) dari Kampus Universitas Tadulako ke SMA 3 Palu, Sulawesi Tengah mendapat pengawalan polisi.

Selain itu, pendistribusian ini juga dikawal pihak Universuta Tadulako dan para kepala sekolah. Hal itu diungkapkan Ketua Sub Rayon I Palu, H Muhammad Arasy.

"Setibanya di sekretariat sub rayon, semua lembar soal dan jawaban disimpan di ruang multimedia yang dijaga kepolisian. Kunci gembok dipegang polisi," kata Arasy. Lembaran soal dan jawaban yang disimpan dalam amplop kemudian dihitung sesuai dengan ruang ujian di masing-masing sekolah.

Sub Rayon I Palu terdiri dari 11 sekolah terdiri dari sekolah negeri yakni  SMA 3, SMA 1, SMA 5, SMA 7 dan SMA 9 Palu. Sedangkan untuk sekolah swasta adalah SMA Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST), SMA Bala Keselamatan (BK), SMA Berdikari dan SMA Karya Mamboro.

Untuk pengamanan ruang penyimpanan lembar ujian dan lembar jawaban UN, dipantau melalui 58 CCTV serta dijaga oleh dua polisi berpakaian dinas dan berpakaian preman.

(mi/bk-3)

Konflik antar warga Nunu - Tavanjuka di palu

Bentrok antawarga Kelurahan Nunu, Kecamatan Palu Barat dan Kelurahan Tavanjuka, Palu Selatan, Sulawesi Tengah sudah berlangsung puluhan tahun lamanya. Namun hingga kini tak juga usai. 
Kamis, 5 April 2012, sekitar pukul 15.30 Waktu Indonesia Tengah bentrokan kembali terjadi. Ratusan warga dari dua kelurahan baku serang dengan pelbagai macam senjata. Panah, parang, tombak, senjata api rakitan dan senapan angin ditenteng oleh kedua belah pihak. Moncongnya masih terus panas. Sebanyak 11 rumah warga di Kelurahan Boyaoge dan Kelurahan Nunu, Kecamatan Palu Barat dirusak dan dibakar. Amuk masih menyala.
Ratusan aparat gabungan dari pelbagai kesatuan, termasuk satuan tempur Brigade Mobil terjun ke lokasi membubarkan warga, menghentikan bentrokan. Satuan tempur TNI Angkatan Darat dari Batalyon Infanteri 711 Raksatama Palu juga terlibat. Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Dewa Parsana, Kepala Kepolisian Resor Palu AKBP Ahmad Ramadhan, Komandan Kodim 1306 Donggala Letnal Kolonel (CZI) Rudi Wahjudiono terjun langsung di lapangan memegang komando. Namun bentrokan terus menyala juga.
Kamis (5/4/2012) sekira pukul 10.30 Waktu Indonesia Tengah tadi juga, jenazah Ruflan, warga Tavanjuka, yang menjadi korban bentrokan pada Rabu (4/4/2012) sehari sebelumnya telah dimakamkan. Pada Rabu itu, sebanyak enam rumah dan dua unit sepeda motor dibakar.
Tindakan represif dari aparat sudah dilakukan. Salakan tembakan peringatan, lontaran gas air mata sudah dilepaskan. Tapi warga masih penuh amarah.
Dari catatan yang ada diketahui konflik antarwarga ini sudah berlangsung sejak 1968. Namun tidak diketahui pasti apa pemicunya. Pada tahun-tahun 1990-an bentrokan juga memakan korban jiwa.
Pada Minggu (16/12/2007) tercatat lima rumah dan enam sepeda motor dibakar. Puluhan warga luka-luka, mulai dari luka ringan hingga luka berat. Mereka terkena panah, senjata api rakitan dan senapan angin.
Tiga tahun setelahnya, pada Jumat (23/12/2011) dinihari bentrokan antarwarga dua kelurahan itu kembali terjadi. Sebanyak enam warga dan seorang Polisi terluka. Ada pula warga yang kritis.
Lalu pada Sabtu (7/1/2012) bentrokan kembali pecah. Satu warga tewas dan belasan lainnya terluka. Dua rumah warga dan dua unit sepeda motor juga terbakar. Amarah masih terus menyala setelah itu.
Sabtu (14/1/2012) ratusan senjata yang dipakai oleh kedua kelompok warga diserahkan kepada aparat keamanan. Bentrokan sudah usai? Belum ternyata. Amarah masih terus menyala.
Upaya-upaya perdamaian terus dilakukan. Difasilitasi Pemerintah Kota Palu dan sejumlah lembaga nonpemerintah juga kalangan kampus Universitas Tadulako, tapi ternyata amarah masih menyala.
Wakil Walikota Palu H Rusdi Mastura patah arang. Ia marah. Warga sama sekali tidak menghargainya, sementara biasanya warga dari dua kelurahan ini kerap bertemu dirinya mengadukan banyak masalah mereka, termasuk bagaimana menyelesaikan konflik di antara mereka. Namun, justru mereka sendirilah yang selalu bertikai.
Menurut Walikota yang populis itu, jika masalahnya adalah ketiadaan lapangan kerja, maka semuanya telah diantisipasi. Dalam waktu tidak terlalu lama, beberapa proyek padat karya akan diarahkan ke wilayah konflik ini. Tentu saja akan melibatkan tenaga kerja setempat.
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Dewa Parsana punya cara lain. Ia menyarakan dibangunnya Forum Keamanan Desa atau Badan Keamanan Desa. Sebuah sistim keamanan lingkungan yang diperbarui dengan melibatkan Polisi, masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja dan pihak-pihak lain di suatu wilayah. Parsana berharap ini akan menjadi cikal bakal terciptanya keamanan dan ketertiban wilayah.
Pengusaha kesohor di Palu, Sulawesi Tengah, anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Hasyim Hadado lalu menyahutinya dengan membangun sebuah pos sistim keamanan lingkungan yang diberinya nama Anuta, akronim dari Anak Nunu-Tavanjuka.
Sejatinya, semua upaya sudah dilakukan, namun bentrok demi bentrok masih saja terjadi. Semua pihak mesti duduk lagi satu meja dengan kepala dan hati dingin agar konflik ini tidak terwariskan.